Monday, July 8, 2013
KITA SEMUA SEDANG MENUJU ERA KEGELAPAN DAN MALAPETAKA
Ternyata di sekeliling kita manusia semuanya sedang berhadapan dalam era kegelapan, seperti;
'ketidakadilan, kebuasan, ketidakjujuran, tidak berperikemanusiaan, tidak bermoral'. Kecuali seseorang itu dapat hidup untuk makan, untuk meneruskan kehidupannya.
80 hingga 90 peratus manusia tidak memahami apakah TUHAN itu, apakah yang dikatakan 'Ilmu Kerohanian'? Di pemikirannya diisi dan dipenuhi dengan hal-hal KEDUNIAAN. Semuanya itu kerana akal fikirannya tidak punya 'TENAGA' untuk melakukannya.
Semuanya kerana majoriti di antara manusia di muka bumi ini hidup di bawah paras kemiskinan, berpenyakit, dan yatim. Kebanyakan mereka seumpama ini yang mengalami masalah sosial, dan sosio ekonomi, mati tanpa mengetahui 'ilmu Kerohanian', jauh sekali untuk mengetahui 'TUHAN ITU APA?' DAN ENTAH DI MANA?
Maka akan lahir ramai manusia yang akal fikirannya 'tidak terurus', kalau ada pun yang dikatakan 'bijak dan terpelajar', hanya akan melahirkan 'bijak pandai yang jahat', mencipta pelbagai senjata pemusnah untuk membunuh dan dibunuh. Itulah yang akan dihadapi oleh manusia abad-abad yang akan datang!....
From Empty Hannds,
A.Rahman bin Mahadi
Labis, Johore
Tel: 016-602 0321
9 JULAI 2013
Next Topic: 1. "Bliss Of Spirit"
2. "Tujuan Penghidupan Ini"
Tuesday, June 4, 2013
THIS UNIVERSE BELONGS TO ALL
This Universe Belongs To All!...
Malaysia is a sacred and glorious country. It is our good fortune to be born in this land. You should realize the truth of the saying. "As you saw, so shall you reap." Hence all your actions should be pure and noble and such as would promote the well-being of nation and give you joy.
The entire gamut of human life - birth, growth and death is governed by our action. All the joys and sorrows man experiences, all his sins and merits, all the praise and blame he gets, flow from his actions. Man is thus bound by the operation of his deed. Not realizing the relationship between; Cause and Effect, man indulges in actions which give pleasure for the moment. Please remember! When man reaps the consequences of his bad actions, he is immersed in misery.
Hence, before undertaking any action man has to follow the very sacred of the scriptures that deal with God, man and universe. He should pray that he should be endowed with the strength and competence to perform good deeds which will produced good results.
The consequence of every action are implicit in the action itself... For instance;
There is a small seed. Its entire capacity to grow into a big tree is latent within it. The seed contains within it the potentiality of growing into a tree with branches, flowers, and fruits. There is an interval between the planting of a seed in the ground and its growing into a full fledged tree.
Man has to realize the preciousness of human birth. It is highly unfortunate that people born in Malaysia do not realize the greatness of our culture. Please bear in mind... Wisdom are based on action. Wisdom is the fruit of action.
People are making no effort to understand the place of Right Actions in life. Everything that happens is the result of some action. Everything in creation is based upon action, whether one believes in it or not.
Here is an example:
You feel hungry. The hunger is appeased after you take food. But there is a chain of events like putting
the food in the mouth, masticating it sending it to the stomach, digesting it and distributing it to all parts of the body. After all these processes is hunger relived. Taking food is a action, relieving of hunger is the fruit of the action.
But between the action and the fruit, a number of events take place... Please remember!
These events may be immediate or spread over many years, or lifetimes. But the fruits of action are bound to be realized sometime or other. Therefore all actions have to be done in the right way. People should engage themselves in noble deeds and serve as an ideal example to the nation.
For all the troubles and chaos in the world today it is our actions that are responsible. There is no meaning in blaming others. People should realize that bad thoughts in the mind affect every part of the human body..., just as a small stone cast on a pond generates ripples which cover the entire pond. Similarly good thoughts affect the entire body. Good thoughts lead to good actions, good speech, good hearing and seeing good things. When the thoughts are bad, the consequent action are equally bad.
But today, while we have considerable talk about ideals, they are not reflected in practical living. The truth of the Law of Action and Reaction can be verified from a simple experience. If you stand before a mirror, the image returns to you. If you assume a threatening posture before the mirror, the image reflects back in the same manner. Reflection, reaction and resound are three aspects of how actions operates. Each person suffers from the consequences of his own actions. How can any one escape the consequences of his actions? If this fact is realized men will not find fault with others, or blame others for their troubles.
The nation belongs to all. This truth should not be forgotten. Many people are undermining the reputation of this country by their actions. This amount to treason to the nation. All must protect the honour of the nation. They should united.
"Let us all live and strive together in harmony." If people act together in concert, the nation will shine in all its glory, there is nothing they cannot achieve.
Determination and unity are essential.
From Empty Hands,
A.Rahman bin Mahadi.
Labis, Johore.
017-716 1330.
6 JUNE 2013.
Next Topics: 1. "Kita Semua Sedang Menuju Era Kegelapan dan Malapetaka."
Wednesday, April 10, 2013
TERSEMBUNYINYA SEPOHON POKOK DI DALAM SEBIJI BENIH
Saudaraku pembaca yang dikasihi!
Mari saya bawa anda merenung dan berfikir, serta meneroka jauh ke dasar,agar kita di dunia ini tidak asyik tidur dan kaku. Dunia ini kritiviti kebijaksanaan Tuhan dengan segala kuatkuasaNya, dan ianya juga dikenali sebagai:
"Firman atau suara yang senyap."
Untuk memahami kerja Tuhan, perlukan kesedaran yang mendalam, kerana kita ini umpama: "Seekor ular yang suka berlingkar asyik tidur setelah menelan dan ditelan oleh 'MAYA'."
Saudaraku pembaca! Pada diri kita masing-masing ada 'KUASA', ada 'AKAL' untuk menyingkap kritiviti KUASA TUHAN yang terpendam di dalam diri masing-masing. "Seperti terpendamnya atau tersembunyinya sepohon pokok di dalam sebiji benih."
Mari kita cuba memahami 'masa depan' dan perkembangan.... seluruh pokok.... diri itu, yang sudah berada di dalam sebiji benih. Seperti 'software' komputer yang programnya terdapat di dalam 'hard-disc' (benih).
Tetapi Si 'benih' tidak tahu langsung akan 'tenaga yang tersembunyi' dan program yang telah ditetapkan oleh 'PENCIPTA'. Apabila pekebun tersebut mula menanam 'benih' tersebut ke dalam tanah, pada tanah yang sesuai dan pada iklim atau suhu yang betul, 'benih' yang di tangan, sebelumnya kelihatan 'pasif, kaku, macam mati', tiba-tiba menjadi 'kreatif, bertenaga, tersedar, dan mula bekerja dari dalam'. Ia mula 'bertunas'.... dan 'tubuh badannya' yang lama, mula 'meninggal dan mati'; bagaikan 'sarung' yang tidak berisi.
Dan 'benih' mula menunjukkan... 'kelahiran baru', di dalam tubuh yang baru sebagai 'sepohon pokok besar, kecil, dari sehalus-halus sehingga sekasar-kasarnya'.
Dalam beberapa waktu, hari, minggu, dan bulan,.... tiada lagi kelihatan 'benih asal' seperti sebelum kita menanamnya. Ia sudah punya 'penghidupan baru', menunjukkan kemegahannya seperti yang terlihat di sekeliling kita sekarang ini.
Selanjutnya kita boleh melihat 'perkembangannya, pertumbuhan kemajuannya, sebagaimana biasa, yang sentiasa berulang-ulang, dari 'sebiji benih asal'.
Untuk pengetahuan... Di mana dan bagaimanakah Si Pengatur Program itu 'menyimpam dan memelihara' di dalam sebiji benih, dan pokok-pokok yang berada di sekeliling kita; Adakah semuanya itu 'MISTERI'???....
Saudara, buka FirmanNya:
"Sesungguhnya perumpamaan-perumpamaan itu Kami lukiskan untuk manusia. Tetapi tidaklah yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." Surah Al-Angkabut, ayat 43.
Kiasan dan perumpamaan yang saya huraikan di sebelah tadi adalah contoh yang sama, yang mana pada diri masing-masing terpendam suatu kuasa yang pasif, lesu, berlengkar begitu saja.
Ramai di antara kita manusia tidak sedar, tidak tahu akan kuasa yang tersembunyi di sebalik diri masing-masing, seperti firmanNya:
"Sesungguhnya Aku Sentiasa Bersama Engkau Barang Di Mana Engkau Berada." Surah Al-Hadid, ayat 4.
'ALLAH' itulah 'kuasa' yang terpendam di sebalik jasad masing-masing, yang umpama 'benih', sebelum ditanam dengan 'ilmu pengetahuan'yang betul, di tanah yang subur, diiringi iklim yang sesuai,kemudian dibaja, disiram, dijaga dengan baik:... Ia umpama pekebun yang juga seorang 'GURU' yang membantunya dalam menjaga dan memupuk jiwa, roh dan hati, dengan persekitaran yang sesuai untuk bangkit dan mengejutkan 'KUASA' yang terpendam pada diri masing-masing.
Bila 'kuasa' di dalam dapat dibangkitkan, dan disedari,... maka akan lahirlah 'kelahiran sebenar' bagi seseorang: Dalam masa yang sama, akan 'mati' dan lenyaplah 'KEAKUAN' kita selama ini.
Bagi kita manusia, yang tidak sedar, dan tidak nampak di tubuh badannya ada apa-apa, atau tidak diketahuinya bahawa tubuhnya umpama sebiji benih yang punya 'Kuasa Penghidupan', 'maka orang itu umpama benih yang kering' yang tidak ditanam dan tidak akan menampakkan apa-apa:
"Pastinya tidak akan menampakkan apa-apa perubahan pada diri dan rohnya."
From Empty Hands,
A.Rahman bin Mahadi,
Labis, Johore.
Tel: 016-602 0321.
11 April 2013.
Next Topics: 1. "This Universe Belongs To All".
2. "Kita Semua Sedang Menuju Era Kegelapan Dan Malapetaka"
Tuesday, January 29, 2013
HOW IMPORTANT IS SEX IN A MARRIAGE? AND TEACHING THE FACT OF SEX AND SEXUAL DEVELOPMENT TO THE CHILDREN.
To achieve a successful marriage, couple also need to understand and accept the differences between two genders. Couples sometimes become frustrated with each other and wish that their partner was more like them. Knowing and being able to tolerate the differences between men and women helps a lot in marriage.
"How important is sex in a marriage?"
Sex is a natural instinct and if enjoyed within its proper boundaries can bring about great happiness. Sex helps to keep a marriage glowing, and is an important and vital area that keep a marriage together. It creates intimacy, a shared experience between two people which no one else is party to. It makes the relationship precious, and private.
The important thing to appreciate here is the fact that men and women see sex differently. While men may view sex as an intense physical activity, 'women do not. For her, it involves an interaction with the man she loves', that is with his gentleness, his care and concern. Understanding the fact that women need intimacy and closeness makes the sexual activity a lot more meaningful and fulfilling.
Sex is much more than the gratification of an appetite. "It is the basis of an intimate lifelong companionship, and the means of bringing into the world children whom we love and cherish as long as we live."
Through the ages we have learned that love and mutual respect must be the basis of close intimacy between the sexes. Sex, like any other tendency in man, must be regulated by reason. Man, not being governed by instincts like lesser animals, would find his tendencies running wild were he not to regulate them with reason.
"There is a saying: Like fire, sex is a good servant but a bad master."
A society grows through a network of relationships which we mutually intertwined and inter-dependent.
Every relationship is a wholehearted commitment to support and to protect others in group or community.
Marriage plays a very important part in this strong web of relationship of giving support and protection. A good marriage should grow and develop gradually from understanding and not impulse, from true loyalty and not just sheer indulgence.
The institution of marriage provides a fine basis for the development of culture, a delightful association of two individuals to be nurtured, and to be free from loneliness, deprivation and fear. In marriage, each partner develops a complementary role, giving strength and moral courage to each other, with each manifesting a supportive and appreciative recognition to the other's skills.
There must be no thought of man or woman being superior - each is complementary to the other, a partnership of equality, exuding gentleness, generosity, calm and dedication and most important of all, self sacrifice.
"SEX EDUCATION IS IMPORTANT":
Many people oppose sex education for children because they think that "once you tell them about it, they will go out and abuse it."
Teaching children the facts of sex sexual development needs to be done with care, sensitivity and in a holistic manner. Coping with changes in sexual development is an issue every child must face, and the challenge is even more critical for children during their early formative years. Educators and parents must therefore regard sexuality as part of human drives and needs that must be correctly channeled.
The necessity for giving correct information about sexual development to children is of paramount importance. Children nowadays are exposed to knowledge about "sex through the mass media (often with gory details), books, through the internet and also from their peers, and if they are not thought to differentiate between what is appropriate and what is not, they might end up exhibiting inappropriate behaviour."
No parents will ever want their children to obtain information or sexual development from the gutter.
Parents can impart knowledge of sex to their children but such information needs to be tailored to the child's level of understanding - in this case, the mental age, which may not correspond to the child's chronological age. Children are very innocent and can easily be victims of sexual abuse in the hands of unscrupulous adults. The child may not even realize that he is being used as an object to gratify the deviant sexual needs of adults.
One important area is the need to inform children as to what constitute!... "Appropriate and inappropriate touching."
The importance of giving such awareness to children is stressed on parents. "The child needs to know who is allowed to touch him or her and when, and where; What a doctor can touch, situations the child should avoid, and how best to stop inappropriate conduct in the classroom.
"Parents themselves need to be aware that inappropriate touching could also happen between relatives."
For instance... Parents usually tell their children to "beware of strangers," yet studies have shown that in child sexual abuse cases, the majority of abusers are in fact known to the child, or are members of child's own family.
As with other children in society, children require open lines of communication with their parents. This would include openness in discussing issues connected with sex. If any untoward physical contact has occurred they should be comfortable in telling their parents about it, instead of being too ashamed or too afraid to reveal details.
"Sex education is important because one cannot expect teenagers to follow rules blindly without knowing why must followed them."
One of the subjects they should be educated about is why they should abstain from sex until after marriage. "Many people oppose sex education for children because they think that "once you tell them about it, they will go out and abuse it."
It is significant to note that "in Switzerland, sex education is taught in kindergartents and that country has the lowest number of teenage pregnancies in the world."
What is vitally important is that children be taught responsible sexual behaviour from the time they are ready for such instruction.
"A sound sexual education will save the child untold stress from guilt, fear, remorse and retribution in the future."
From Empty Hands,
A.Rahman bin Mahadi
Labis, Johore.
Tel: 016-602 0321.
29 January 2013.
Next Topics: 1. "Tersembunyinya Sepohon Pokok Di Dalam Sebiji Benih Yang Kecil."
2. "This Universe Belongs To All."
Thursday, January 3, 2013
JENIS MANUSIA APAKAH YANG MENGHUNI PLANET INI?
Semua agama di muka bumi sentiasa sahaja menyeru agar kesejahteraan, kegembiraan, mesti menjadi keutamaan. Tetapi kegembiraan tersebut mestilah tidak semata-mata bergantung kepada kepuasan kehendak yang melampau atau dengan kegilaan kuasa dan kekayaan yang melimpah ruah.
Walaupun kita memperolehi seluruh kekayaan di dunia ini, namun kita tetap tidak gembira dan tidak akan puas sekiranya akal sentiasa saja dilanda kecemasan, iri hati, kebencian, yang lahir dari kejahilan terhadap hukum alam. Dan "agama pula kita anggap tidak lebih sebagai 'spare tyre'. Ia hanya akan kita guna dan berguna bila kita dalam kecemasan."
Semuanya kerana manusia menyangka mereka tahu semua, semuanya bijak. Bila semua sudah tahu dan bijak, "maka timbul... 'KEEGOAN' di dalam hati masing-masing. Manusia sudah tidak mahu menerima nasihat, tidak makan nasihat, mereka bagaikan; 'orang tidak berAKAL' tetapi berotak, 'berotak' tetapi tidak lebih baik daripada ... 'BINATANG'!"
Sebab itu manusia masa kini... dikelilingi oleh pelbagai permasalahan seperti:
1. "Budaya lepak, bohsia, kerosakan moral, lari dari rumah, buang anak, penyalahgunaan seks, pengguguran janin, perceraian, penderaan, ragut, samun, rompak, dadah, rempit, gila kuasa, perasuah, dan yang lain-lain... anda pembacalah yang menokok atau yang menambahnya."
Saudaraku pembaca yang dikasihi!
Ambil ingatan! Tidak ada tapak yang paling subur dan paling sesuai untuk memupuk anak-anak..., adalah dari KELUARGAnya sendiri.
Walaupun pelbagai usaha dibuat untuk mengurangkan kadar jenayah... namun ia tetap terus bertambah, dan menjadi-jadi. Keganasan semakin menjadi-jadi di dalam keluarga di zaman kepesatan Sains dan Teknologi.
"Semua jenayah kemudian menjadi penjenayah, semua yang ganas-ganas kemudian menjadi pengganas, terhasil dan terbentuk melalui cara bagaimana seseorang itu dididik dan dibesarkan."
UNIK
Manusia sebenarnya mempunyai kedudukan yang unik, ditempatkan ke dalam perut ibu, dan keluar ke dunia secara unik, mempunyai struktur tubuh badan yang unik, nama yang unik, makan, minum, tidur, bangun, berkeluarga, mencipta, dan sebagainya. Semunya sangat unik.
Tetapi setujukah kalau secara rambang saya mengatakan kedudukan manusia masa kini telah jauh menyimpang, malah lebih hina kedudukannya, walaupun mereka dikatakan telah mencapai kemajuan sebagai seorang ahli falsafah, agamawan, pakar Sains, arkitek, dan sebagainya.
"Kalau kita percaya agama bermula di muka bumi dan akhirnya menuju ke syurga. Kenapakah manusia mencipta neraka di tempat bermulanya agama untuk membentuk kesejahteraan, keharmonian dan kasih sayang, agar semua manusia dapat menuju ke tempat lebih indah dari dunia itu sendiri."
Kemanakah perginya tanggungjawab kita selaku manusia di muka bumi ini demi kesinambungan dan kesejahteraan generasi akan datang?
Namun apa pun, semakin tinggi ilmu keduniaan yang dipelajari, dan gelaran apa pun yang dijawat dalam hal-hal keduniaan. "Dalam penelitian saya, manusia sebenarnya adalah semakin jahil dan rakus. Semuanya kerana mereka tidak sedar, tertutup oleh kuasa 'MAYA' yang sangat kuat. Maka tiada siapa akan sedar bahawa setiap 'MANUSIA' itu punya 'BENIH' kedudukan yang tertinggi dalam apa jua ciptaan di muka bumi ini."
Ada orang mengatakan penghidupan manusia ini adalah di antara... 'SYURGA' dan 'NERAKA'. Kerana akal itulah tempat 'penyaringan', apabila ia disalahguna maka ia mudah bertukar menjadi 'neraka'.
Manusia adalah manusia. Jika ia punya 'perikemanusiaan' terhadap sesama manusia, dan punya 'HATI', semuanya akan damai dan tenang.
Ambil ingatan ini:
"Manusia yang angkuh dan sombong tidak punya syurga."
"Manusia yang punya cemburu dan iri hati, pastinya ia tidak punya jiran."
"Dan yang suka amarah, tidak punya 'AKAL' dan 'DIRI'"
Penghidupan yang suka mementingkan diri, atau hidup secara individu, pasti kita tidak berdaya.
Justeru, penghidupan secara sosial dan bermasyarakat, akan membawa 'KEKUATAN'. Manusia tidak boleh bergelar 'MANUSIA' jika ia tidak 'BERMASYARAKAT'.
Kenapakah manusia bergelar manusia?
Manusia sangat berbeza dengan binatang, kerana hanya manusia sahaja yang mampu mengembangkan kebijaksanaannya dan pemahamannya untuk membezakan mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang merugikan dan menguntungkan.
"Manusia ertinya: Seseorang yang punya 'AKAL' untuk berfikir."
Dan tujuan beragama pula adalah: Untuk membantu manusia agar berfikir dengan waras dan betul, untuk mengangkat darjat manusia agar lebih tinggi daripada ... HAIWAN. Juga untuk membantu manusia agar memahami perhubungannya dengan universe agar dapat hidup secara harmonis, dan mencapai matlamat serta tujuan penghidupan yang sebenar terhadap seluruh KEWUJUDAN.
Tetapi apa yang mengelirukan kita semua terhadap manusia di zaman moden ini, sudah sejak sekian lama; Sistem daya fikir manusia berkembang, dan agama terutamanya, boleh dilihat tempat-tempat ibadah di sana sini, di kalangan semua manusia pastinya ia dapat membekalkan jawapan terhadap semua persoalan yang pelik dan aneh, yang lahir dari fikiran manusia yang boleh kita anggap 'tidak lagi waras' untuk ditemani dan didampingi. Namun apa pun, jawapan pada semua itu adalah kepada manusia itu juga.
Yang bergelar 'MANUSIA' inilah yang bertanggungjawab, yang menganggap dirinya bijak dan pakar dalam pelbagai bidang... telah 'MENODA' dan 'MENJAHANAMKAN' planet bumi ini dengan rakusnya, tanpa memikir akan makhluk lain yang sama-sama menghuni alam ini. Kini kita boleh lihat 'penaklukan' dan pelbagai penemuan oleh Sains dan Teknologi, mendapat sanjungan dan tepukan di seluruh dunia untuk melakukan kerosakan, atas nama 'KEMAJUAN'.
Pembaca budiman!
Marilah kita sama-sama memikirkan penempatan kita manusia di dunia ini, perlu difahami dari ruang lingkup yang luas di mana dunia ini perlu kita bahagikan kepada TIGA kategori:
1. Planet yang dihuni oleh segala yang hidup dan bernyawa.
2. Planet yang semata-mata 'ELEMEN' atau 'UNSUR'.
3. Yang semata-mata 'RUANG'.
Kita boleh lihat bahawa 'MANUSIA' itulah makhluk 'TERISTIMEWA' dari segala kewujudan, untuk menikmati penghidupan yang terbaik di universe ini.
Tetapi manusia dilihat 'kerdil', bukan sahaja dari segi kekuatan, tetapi dari segi jangka hayatnya pun tidak panjang. Manusia bukan sahaja makhluk, tetapi ia dikuniakan 'KEBIJAKSANAAN' untuk menghuni universe ini.
Secara biologinya, kita manusia adalah sangat lemah jika dibandingkan dengan lain-lain makhluk, sama ada kecil atau besar. Lain-lain binatang dilahirkan berbekalkan atau dilengkapi senjata untuk mempertahankan dirinya demi kelangsungan hidupnya.
Manusia pula sebaliknya diberikan 'akal' untuk pelbagai guna - tetapi bukan sebagai senjata.
Ingat!... Manusia sebenarnya dianggap sebagai makhluk yang berbudaya, maka ia perlu hidup secara harmonis dengan yang lain-lainnya, dengan sesiapa sahaja dan bukan sebaliknya - berbunuh, membunuh, apakah tujuan menusia membina SENJATA PEROSAK?
Agama diturunkan untuk tujuan keharmonian, ilmu dan ajarannya adalah setiap yang hidup berkongsi udara, matahari, siang dan malam, yang sama, yang membuatkan kita berkongsi tenaga yang sama.
Perlu diingat!... Lihat rata-rata, segala-gala benda di dunia ini saling bergantung antara satu sama lain untuk meneruskan penghidupan. Dan "manusia tidak boleh melihat dirinya yang paling tinggi kedudukannya berbanding dengan yang lain"... Kerana tubuh badannya bergantung pada pemakanan... ertinya ia bergantung pada ulam-ulam, sayur-sayuran, oksigen, air, matahari dan sebagainya. Inilah perkara yang tidak disedari oleh ramai orang yang 'EGO' dan angkuh.
Juga perlu diingat!... "Kewujudan 'akal' kita pun, kewujudannya bergantung pada deria yang datangnya dari objek yang berada di dunia luar". Oleh itu saudaraku pembaca seluruh universe ini mesti dilihat seperti "jaringan yang besar, jika tersentuh satu sahaja simpulan di jaringan tersebut,maka seluruh jaringan tersebut akan bergegar dan bergetar".
Justeru, "ita manusia terhutang kesetiaan terhadap dunia ini", kerana kita bergantung kepadanya untuk meneruskan penghidupan, sama ada secara fizikal ataupun mental. Oleh itu janganlah sombong, dunia ini bukan dicipta untuk kita seorang, dan dunia ini tidak akan menyebelahi sesiapa. Ertinya:
"Ia tidak boleh kita gelar baik atau zalim, tetapi 'netural'."
Jadi, janganlah kita cuba memerah apa saja benda di dunia ini untuk kepentingan diri sendiri. Belajarlah menghormati makhluk-makhluk lain, dan dianggap sebagai tetamu kita, daripada berlagak sebagai "pemain terup, siapa yang berkuasa dan menang, akan mengambil semua."
From Empty Hands,
A.Rahman bin Mahadi
Labis, Johore.
Tel: 016-602 0321
04 JANUARY 2013
Next Topic: "1. How Important Is Sex In A Marriage? And Teaching The Fact Of Sex And Sexual development To The Children."
2. "Tersembunyinya Sepohon Pokok Di Dalam Sebiji Benih Yang Kecil."
Monday, November 19, 2012
WHAT CONSTITUTES A HAPPY FAMILY?
What constitutes a happy family? A happy family is defined as one that is stable in terms of .... social, economic, psychological and physical aspects of life; and where there is warm affection and harmony among family members. A family which can strike a balance between these factors is indeed a happy family.
But when we look around us at the situation in most parts of the world, what do we see?
Children loitering in the streets and video arcades. They play truant. Children are abused, wives are beaten and ageing parents are packed off to old folks homes regardless of their feelings. All these are tell-tale signs that all is not well at the most basic level of society: these are signs of social decadence.
It is a sad situation when good values and traditions are not longer practised. There is little interaction among members of the family and friends and the sense of responsibility towards other members of the family is weakening.
"Unhappiness in a family may be attributed to poverty, but having material wealth is no guarantee of happiness either, if it simply breeds selfishness, cruelty and greed."
A child learns affection and love from his parents and, together, they make a happy family unit. Through this microcosm of society, it learns about caring, sharing, compassion and concern for others. Throughout the ages religion has been an important force to organize these values into a system that is easily recognized and taught.
Thus family and religion are vital components in imparting and nurturing these values.
The family plays an important role in the development of its members. The best of Asian and Western cultures teach and practice respect for elders, compassion for the sick and needy, care for elderly parents and consideration for the young.
Children growing up in families practicing these value will emulate them and act accordingly towards others. But given the vast technological advances in modern civilization we are fast losing these values. Something must be done to bring the family back together and save society.
It is true in every society that a family is the smallest social unit. If every family in a country is happy, the whole nation will be happy. But we must protect and support family development as an institution in the light of rapid demographic and socio-economic changes world wide. Extended families are giving way to nuclear families. We can do little to stop this trend but the values of respect, concern and compassion must be preserved.
Good values, both Eastern and Western, must be maintained despite changes in lifestyle brought on by modernization, industrialization and urbanization.
Please remember! The mother is an important figure in family development. As care, love, tenderness and compassion are her innate qualities, she imparts these sterling, values to her children in their upbringing. The mother, because tolerance thus holds the family together. Her espousal of these values may be passed on to her children who are great imitators and who learn by examples. We must as a group reinstate the traditional function of the mother, although of course to suit modern needs and pressures.
Religion too, promotes good human values. Strong resilient families and the practice of religion are therefore necessary in the promotion of family development.
It could be said that a happy family is a group of people living amicably and peacefully together with emphasis on religion, discipline and parenthood to create a happy family atmosphere.
Values like these should be upheld and religiously protected so that a family is not influenced by anti-social values and unacceptable norms.
Realistic and reasonable parents make for happy family. And the only way parents can build a happy family is through the institution of marriage. It worked very well in the past. It can do so now, provided we make it relevant to the needs of today's living.
From Empty Hands,
A. Rahman bin Mahadi.
Labis, Johore.
Tel: 016-602 0321
20 November 2012.
Next Topic: 1. "Jenis Manusia Apakah Yang Menghuni Planet Ini?"
2. "How Important Is Sex In A Marriage? And Teaching The Fact Of Sex And Sexual Development To The Children."
Tuesday, October 23, 2012
DUNUA KINI DAN AKAN DATANG SUDAH TIDAK SELAMAT UNTUK DIHUNI OLEH MANUSIA
Saudara pembaca yang budiman;
Mari kita kongsi buah fikiran tentang mereka yang bergelar 'pakar' dalam bidang masing-masing. Namun apa pun 'AKAL' itulah punca atau sumber kepada kebahgiaan, kegembiraan, dan kesengsaraan.
Ambil pesanan ini:
"Untuk menikmati kegembiraan di dalam dunia ini, pertama-tama 'AKAL' kita mestilah tenang dan ceria. Kerana keceriaan setiap orang itu mampu membantu keceriaan dan kesejahteraan masyarakat."
"Kesejahteraan masyarakat pula bererti kesejahteraan bernegara. Dari kesejahteraan sesebuah negaralah maka akan terbinalah keamanan di dalam dunia ini."
Di sini cuba kita ambil contoh:
'JARING' atau 'JALA'. Kerana 'jaring' atau 'jala' mempunyai 'simpulan' (knot). Cuba gambarkan, seluruh universe ini sebagai sebuah 'jaringan yang maha luas' dan setiap 'kewujudan' itu 'punya simpulan' di dalam jaringan tersebut. Jika kita mengusik atau terusik jaringan atau simpulan tersebut, maka seluruh simpulan (knot) tersebut akan bergerak-gerak.
"Justeru, bermula dari setiap individulah mesti wujudnya keceriaan, jika kita ingin melihat seluruh dunia ceria dan sejahtera, serta aman."
"Apakah pengajaran yang kita perolehi dari penghidupan kita selama ini?"
Diingatkan kepada mereka yang angkuh dan berbangga dalam apa jua kerjaya dan kedudukan, seperti; Ahli politik, Ahli Sains, Pakar Ekonomi, dan mereka yang menganggap dirinya Ulama' dan Ahli Agama.
Adalah amat jelas untuk pengetahuan semua:
Bahawa 'kemenangan' atau 'kejayaan' sebenar-benarnya tidak diperolehi melalui 'perbalahan' atau 'persengketaan' atau 'konflik'.
'Kegembiraan dan kebahgiaan' pula tidak boleh diperolehi atau dicapai dengan sakit hati, hasad dengki, atau dendam.
'Ketenangan dan keamanan' hanya boleh diperolehi dengan "memerdekakan diri masing-masing dari mementingkan diri dan membantu mereka penghuni dunia dengan sifat 'KASIH SAYANG'..." INGAT!
"Ketenangan dan kasih sayang di hati masing-masing akan dapat menawan semua kuasa penentang."
Ianya juga dapat membantu kita mengekalkan akal yang sihat dan hidup yang penuh kesejahteraan dan keharmonian, serta kepuasan.
Justeru, semuanya berpunca dari 'AKAL MANUSIA' itulah maka segala jenis 'PERANG' itu meletus. Tidak kiralah apa jenis perang... perang mulut, perang senjata, atau sebagainya.
Mengenai perang apa jua, dari sekecil-kecil sehinggalah sebesar-besar seperti yang difahami sebagai bahasa awam.
Amerika berperang denga Iraq, sebenarnya manusia berperang dengan manusia. Kalau kita halusi, realitinya bukan manusia berperang dengan manusia... tetapi manusia berperang dengan AKALnya sendiri. Sehingga memusnahkan dirinya dan lain-lain penghuni di dalam dunia itu sendiri. Justeru, apakah harapan generasi akan datang? Jawapannya ada pada anda selaku pelajar dan pemikir yang jahat.
"Akan lahir mereka yang terpelajar, pemikir, pemusnah yang jahat dalam bidang politik Agama dan ekonomi."
Mereka bukan penyuluh, tetapi adalah pemusnah. Lihat sahaja di Negara kita, senario, phenomena yang sedang melanda Negara kita Malaysia dan di luar Negara. Mereka bukan pemimpin tetapi dipimpin oleh akal rakus dengan penuh keghairahan hawa nafsu, ibarat kata:
"Mereka masing-masing cuba menegakkan benang yang sedang basah".
Ini zaman semua orang mengaku di bijak dan pandai apa yang mereka tidak tahu. Justeru, "jika semua mereka orang bijak pandai... maka siapakah yang akan menerima nasihat siapa?" Sama ada dalam bidang... Agama atau POLITIK...
Mereka yang menganggap dirinya terpelajar dalam bidang agama pula tidak lagi berorientasikan:
"Al-Quran itu 'MEMIMPIN', tetapi 'DIPIMPIN'. Al-Quran tidak lagi menjadi seni memimpin akal."
Oleh itu apakah yang boleh diharapkan dari seni berpolitik, sewajarnya ia menjadi suatu seni memimpin masyarakat.... Sangat bahaya! Mari kita sama-sama menanti natijahnya!...
Kepada semua pemimpin, dari serendah-rendah sehinggalah setinggi-tinggi kedudukan, sama ada di Malaysia atau di benua lain. "Apakah masalahnya dengan hidup ini? Kenapa perlu bertelagah dan bersengketa?"
Selaku manusia kita sudah mencapai suatu tahap kemajuan kebendaan atau material yang tidak pernah kita impikan sejak berkurun yang lepas. Keajaiban yang menakjubkan, teknologi masa kini telah memberi kita suatu kuasa yang hebat terhadap kuasa yang dimanifestasikan oleh alam 'nature'.
Kita telah dapat mengawal dan menawan bencana dan malapetaka... tetapi persoalannya:
"Adakah kita lebih bahagia daripada nenek moyang atau leluhur kita dahulu yang hidupnya tidak moden dan dikatakan kuno?"
Jawapannya; "TIDAK."
Penganiayaan, penderaan kaum wanita dan kanak-kanak serta tidak ada hak kemasyarakatan sepenuhnya, diskriminasi agama, bangsa, berkasta, terus saja menjadi-jadi.
Mungkin juga mereka yang kita lihat kaya dan hidup bermewah-mewah dengan harta benda, lebih teruk menderita daripada orang yang kita anggap miskin dan papa kedana, pennyakit mental, tekanan, dan hidup terpinggir, dan lain-lain adalah sangat serius... yang sedang dihadapi oleh masyarakat moden masa kini.
Tetapi persoalan pentingnya adalah:
"Siapakah yang bertanggungjawab terhadap gejala negetif tersebut yang menghantui dunia dewasa ini?"
Di sana sini, di dunia ini ramai yang cuba mencari dan mendapatkan kepujian terhadap kemajuan dan ketamadunan serta menganggap kemajuan manusia sudah tercapai. Semua ahli politik, ahli Sains, pakar agama, dan ahli Ekonomi, cepat-cepat mengisytiharkan bahawa semua manusia terhutang budi kepada mereka, kerana kemajuan masa kini adalah kerana mereka... Tetapi perlu diingat... Siapakah harus dipersalah, dan dipertanggugjawab terhadap segala gejala negatif yang melanda masyarakat dewasa ini?
"Adakah masyarakat marhain, seperti peminta sedekah, nelayan, buruh kasar, pekerja kilang?"
"Atau mereka yang terpelajar, yang pandai membuat kira-kira, bajet, ahli kimia, ahli politik atau ahli agama yang sudah hilang kuku dan taring untuk menghalang kerja-kerja kemungkaran yang berleluasa di depan mata?"
Ada kemungkinankah abad-abad mendatang akan lahir 'a very bad educated men', 'a very bad politician', 'a very bad religion men', dan bagaimana pula 'graduan', yang boleh diumpamakan "Seperti memasukkan wang ke dalam Bank, tetapi wang tersebut tidak laku". Dan adakah mungkin mereka lebih jahat yang akan menggunakan tengkoraknya sebagai tempurung, digunakan sebagai peminta sedekah?
Mari kita semua sama-sama saksikan natijahnya!!!....
Pada hemat saya, "kita semua adalah bertanggungjawab terhadap apa jua peristiwa yang bakal menanti kita semua. Jangan tuduh menuduh, salah menyalahkan sesiapa."
Marilah kita sama-sama putarkan 'sportlight' (lampu sorot) itu pada diri masing-masing, dan tanya diri masing-masing secara jujur, sama ada kita juga bertanggungjawab ke atas kegagalan untuk membawa ketenangan, kesejahteraan, kegembiraan kepada masyarakat dunia keseluruhannya?
Untuk pengetahuan, tidak pernah dalam Sejarah Dunia, manusia begitu terdesak untuk bebas dari konfik, iri hati, mementingkan diri, tipu daya. Perlu di ingat, kita bukan saja memerlukan ketenangan dan kesejahteraan hidup untuk diri sendiri, keluarga, serta di tempat kerja.... Tetapi juga di peringkat global amnya!...
Tetapi di dalam kelompok manusia, banyak binatang. Maka berhati-hatilah. Manusia telah menjadi lebih ganas dan buas di muka bumi ini.
Tidak dinafikan, memang manusia telah berjaya dalam pelbagai bidang Sains dan Teknologi, dalam perlumbaan tersebut akan berlaku kemusnahan dan malapetaka yang tidak boleh diganti dan dibayar dengan wang ringgit.
Semuanya itu adalah kerana kita manusia telah mengorbankan keamanan, ketenangan akal fikiran kita dengan kuasa dan keseronokan. Maka masalah yang sedang kita hadapi adalah... "Hilang moral, hilang maruah, dan 'penyalahgunaan KEBIJAKSANAAN'."
"Dunia kini dan akan datang, bukan lagi tempat yang selamat untuk dihuni."
Hanya dengan adanya perkembangan 'kerohanian' sajalah, manusia dapat diselamatkan. Jika tidak, tunggu sajalah kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Yang tinggal, bolehlah diumpamakan: "Seperti haiwan yang pandai dan pintar bercakap."
From Empty Hands,
A. Rahman bin Mahadi,
Labis, Johore.
Tel: 016-602 0321
23 October 2012.
Next Topic:
1. "What Constitutes A Happy Family?".
2. "Jenis Manusia Apakah Yang Menghuni Planet Ini?"
Subscribe to:
Posts (Atom)
